Kamis, Oktober 05, 2017

Memahami bisnis model (1)




Tidak banyak perusahaan di Indonesia menjalankan bisnisnya dengan pendekatan Model Bisnis (business model). Sejatinya perusahaan saat ini perlu memahami bisnis modelnya sebagai dasar untuk melihat posisi nya terhadap lingkungan bisnis, costumer, supplier, dan  nilai unggul yang dimiliki.

Konsep model bisnis sendiri berkembang akhir tahun 1990-an seiring bermunculannya perusahaan-perusahana dot com atau e-commerce yang lahir dengan suatu pemikiran bahwa bisnis mereka harus berbeda dengan bisnis konvensional (brick-and-mortar).

Walaupun hingga kini defenisi secara akademis masih dalam kajian dan silang pendapat terhadap pengertian baku model bisnis, tetapi beberapa pakar mendefenisikan sebagai berikut. Osterwalder & Pygneur (2010) bahwa model bisnis menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai. Selain itu Rappa (2000) memberikan defenisi bisnis model sebagai metode yang digunakan perusahaan menjalankan bisnisnya, yang membuat perusahaan dapat bertahan. Wheelen dan Hunger (2010) mengatakan bahwa model bisnis merupakan metode yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan uang dilingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi.

Kemudian berkembanglah konsep model bisnis saat ini dapat dibagi tiga (3) kelompok yaitu model bisnis dipandang sebagai komponen-komponen, sebagi metode (cara) dan strategi bisnis. Tulisan ini tidak membahas hal tersebut, tetapi akan fokus kepada apa itu model bisnis bagi yang harus dipahami oleh pelaku usaha saat ini.

Model bisnis yang umum dikenal seperti membuka usaha toko. Pengusaha membuka toko di lokasi di mana pelanggan potensial mungkin berada, lalu pajang produk dan jasa di sana. Itu salah satu contoh dikatakan model bisnis. Namun seiring perkembangan dunia bisnis dan manajemen kini terdapat puluhan model bisnis yang dapat diadopsi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya.

Olliver Gassman dalam bukunya Business Model Navigator (2016) mengatakan bahwa kesuksesan perusahaan untuk bersaing dalam jangka panjang bergantung pada kemampuannya untuk menciptakan model bisnis yang inovatif.

 Coba bayangkan bila sepuluh tahun lalu pernahkah kita melakukan panggilan telepon hampir gratis keluar negeri?  Kini dengan WhatsApp. LINE dan Skype itu dapat terjuwud. Beberapa tahun lalu kita belum mengenal ojek online, ataupun taksi online. Ataupun tidak pernah membanyangkan lebih dari 10% penduduk diseluruh dunia ini memposting setiap detail kehidupannya di jejaring social seperti facebook. Memasang iklan baris mobil atau rumah dijual kini pun gratis dengan aplikasi seperti OLX sehingga konsumen pun hampir tidak mau lagi membayar dan pasang iklan di Koran.

Bisnis taksi online seperti uber yang merupakan salah satu perusahaan berbasis IT yang memulai bisnisnya dengan pendekatan bisnis model. Uber lahir dari usaha start up dari Amerika diakhir tahun 2010 itu didirikan oleh Garret Camp dan Travis Kalanick yang telah berbisnis IT sebelumnya. Uber mendesain model bisnisnya berbeda dengan perusahaan taksi konvensional seperti perusahaan taksi blue bird, Taksi Bosowa dan lainnya. Kini layanan mereka telah dapat diterima di negara asalnya dan beberapa negara maju lainnya. Walaupun keberadaan Uber di beberapa negara diprotes oleh pengusaha lokal seperti di Indonesia saat ini, tetap saja mereka tidak terbendung karena kehadirannya diterima oleh konsumen dan mereka menghadirkan value atau nilai unggul yang tidak diberikan oleh bisnis taksi konvensional.

Itulah namanya inovasi model bisnis. Tingginya tingkat persaingan, perubahaan preferensi konsumen, lingkungan bisnis yang berubah dengan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi merupakan factor-faktor yang menjadikan inovasi model bisnis kini dilakukan oleh para pimpinan-pimpinan atau entrepreneur perusahaan untuk mempertahankan bisnisnya.

Sehingga sangat perlu kembali untuk meninjau model bisnis usaha Anda agar tidak dilibas oleh bisnis yang didesain dengan model bisnis baru yang inovatif itu.


Penulis
Dr.A.M.Nur Bau Massepe, MM
Lecture, Research and Consulting

Pernah di mudat di Harian Ujung Pandang Ekspres Edisi Oktober 2016

Tidak ada komentar: